Pembacaan Ulang Asbāb al-nuzūl QS Al-Mujādalah (58):1 sebagai Basis Legitimasi Suara Perempuan dalam Islam

Penulis

  • Muhammad Haekal Fatahillah Akbar UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Ecep Ismail UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Yayan Mulyana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis

Kata Kunci:

asbāb al-nuzūl, hermeneutika double movement, keadilan gender

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengkaji ulang pemaknaan asbāb al-nuzūl QS Al-Mujādalah (58):1 dalam konteks historis pengalaman Khaulah binti Tsa’labah dan menelaah bagaimana pengalaman tersebut menjadi dasar legitimasi suara perempuan dalam Islam. Berangkat dari kesenjangan antara tafsir klasik yang sarat pengaruh patriarki dan tafsir modern yang menekankan keadilan gender, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan komparatif, serta analisis hermeneutik Fazlur Rahman. Data diperoleh dari kitab asbāb al-nuzūl klasik (al-Wāḥidī, al-Suyūṭī) dan tafsir serta penelitian kontemporer bertema gender, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengungkap pola tafsir terhadap legitimasi perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS Al-Mujādalah (58):1 bukan sekadar respons terhadap persoalan hukum ẓihār, tetapi menegaskan pengakuan ilahiah terhadap suara perempuan sebagai sumber moral dan spiritual. Wahyu turun sebagai koreksi terhadap struktur sosial pra-Islam yang patriarkal dan mengandung nilai moral universal berupa keadilan dan kesetaraan. Implikasi penelitian menekankan perlunya reaktualisasi tafsir melalui hermeneutika kontekstual dalam pendidikan dan kebijakan keagamaan guna menghapus bias patriarki dalam pembacaan ayat-ayat perempuan. Secara orisinal, penelitian ini mengoperasionalkan teori double movement sebagai alat analisis konkret terhadap teks asbāb al-nuzūl dan menghadirkan paradigma tafsir sosial transformatif yang menautkan nilai etis Qur’ani dengan isu kesetaraan gender kontemporer.

Referensi

Al-Ṭhabarī, A. J. M. I. J. (1992). Jāmi’u al-Bayān fī Ta`wīli al-Qur`ān. Beirut: Daarul KItab.

al-Wahidi. (1992). Asbab An-Nuzul Al-Qur’an. D{=a}r al-I{d s}l{=a}{d h}.

Alfani, I. H. D., Mukhsin, M., Khusnadin, M. H., Chodijah, S., & Luthfia, A. D. (2025). Qur’anic perspective of gender equality: Classical and modern tafsir. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 11(1), 33–52.

Amien, A. B., AlFanny, M. S., & Azizah, M. N. (2025a). Contemporary Muslim scholars’ resistance to misogynistic interpretations of women’s voices in the Qur’an. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 8(1), 51–67. https://doi.org/10.58518/alfurqon.v8i1.3520

Amien, A. B., AlFanny, M. S., & Azizah, M. N. (2025b). Contemporary Muslim scholars’ resistance to misogynistic interpretations of women’s voices in the Qur’an. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 8(1), 51–67. https://doi.org/10.58518/alfurqon.v8i1.3520

Andriyani, F. (2022). Women’s Aspirations in Q.S. Al-Mujadilah [58] Verse 1: Mohammed Arkoun’s Critical Linguistic Review. Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an Dan Tafsir, 7(2), 326–338. https://doi.org/10.32505/at-tibyan.v7i2.4351

Andriyani, Fitri. (2022). Women’S Aspirations in Q.S. Al-Mujadilah [58] Verse 1: Mohammed Arkoun’S Critical Linguistic Review. Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an Dan Tafsir, 7(2), 326–338. https://doi.org/10.32505/at-tibyan.v7i2.4351

Annisa, N., Sapa, N. Bin, & Basri3, H. (2024). PENTINGNYA MENGETAHUI ASBABUN NUZUL. Al-MUBARAK Jurnal Kajian Al-Quran & Tafsir, 9(2), 84–99. https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v7i

As-Suyuthi, J. (2015). Lubab An-Nuqul Fi Asbab An-Nuzul (1st ed.). Dar Al-Kotob Al-llmiyah.

As-Suyuthi, Jalaluddin. (1994). al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir al-Ma’tsur. Beirut: Darr al-Fikr.

As-Suyuthi, Jalaluddin. (2015). Lubab An-Nuqul Fi Asbab An-Nuzul (1st ed.). Beirut: Dar Al-Kotob Al-llmiyah.

Barlas, A. (2002). Believing women in Islam: Unreading patriarchal interpretations of the Qur’an. University of Texas Press.

Hasanah, U. (2019). Hak-hak Perempuan dalam Tafsīr Firdaws al-Na ‘īm bi Tawḍīḥ Ma ‘ānī Āyāt al-Qur’ān al-Karīm Karya KH. Thoifur ‘Ali Wafa. Islamika Inside: Jurnal Keislaman Dan Humaniora, 5(1), 72–95.

Hidayatullah, S., & Aini, N. (2024). Asbab al-nuzul dan relevansinya terhadap penafsiran kontemporer: Kajian metodologis. Jurnal Studi Al-Qur’an, 20(1), 1–22. https://doi.org/10.21009/JSQ.020.01

Kholifatin, L. I. (2025). Metode Pendekatan Tafsir Kontekstual Prespektif Fazlur Rahman. Journal of Islamic Education, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.61231/jie.v3i1.332

Ningsih, W, & Susanti, R. (2025). Perempuan, Tafsir, dan Keadilan Gender: Studi Kritis Hermeneutika dalam Tradisi Keilmuan Islam. Jurnal Harkat: Media Komunikasi, 21(1), 98–126. https://doi.org/10.15408/harkat.v21i1.48948

Ningsih, Wahyuu, & Susanti, R. (2025). Perempuan, Tafsir, dan Keadilan Gender: Studi Kritis Hermeneutika dalam Tradisi Keilmuan Islam. Jurnal Harkat: Media Komunikasi, 21(1), 98–126. https://doi.org/10.15408/harkat.v21i1.48948

Nurdiansyah, P P D. (2025). The Paradigm of Reconstructing Fazlur Rahman’s Ethical-Legal Contextual Interpretation of the Qur’an. Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies, 4(1), 110–125. https://doi.org/10.32939/twl.v4i1.5256

Nurdiansyah, Putra Pandu Dinata. (2025). The Paradigm of Reconstructing Fazlur Rahman’s Ethical-Legal Contextual Interpretation of the Qur’an. Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies, 4(01), 110–125. https://doi.org/10.32939/twl.v4i1.5256

Rahman, F. (2009). Major Themes of the Qur’an. University of Chicago Press.

Rahmawati, M. (2024). Melacak Jejak Hermeneutika Fazlur Rahman Dalam Wacana Teori Tafsir: Perspektif Historis Dan Epistemologis. Adh Dhiya Journal of Qur’an and Tafsir, 2(1), 53–65.

Rohman, L., & Rohmah, H. (2024). Kisah Khaulah Bint {.S}a’labah (Studi Qs. Al-Muj{=a}dalah (58): 1-4) Perspektif Maq{=a}sid Al-Qur’{=a}n Rasy{=i}d Ri{d d}{=a}. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 7(2), 316–333. https://doi.org/10.35132/albayan.v7i2.908

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Mishbah,(Jakarta: Lentera Hati, 2000). Vol. II.

Sholikhah, Z. (2025). Rekonstruksi Gender Dalam Islam : Studi Kritis Atas Tafsir Tradisional Perspektif Feminisme. IJOUGS: Indonesian Journal Of Gender Studies, 6(1), 48–67.

Sulkifli, & Amir, N. H. (2023). Kontribusi Metode Double movement Fazrul Rahman Terhadap Penafsiran al-Qur’an. Jurnal Tafsere, 11(1), 55–77. https://doi.org/10.24252/jt.v11i1.37050

Umar, N. (2014). Argumen kesetaraan gender perspektif Al-Qur’an (2nd ed.). Dian Rakyat.

Wadud, A. (1999). Qur’an and woman: Rereading the sacred text from a woman’s perspective. OUP Us.

Waryono. (2017). Perempuan Menggugat (Kajian atas QS. al-Mujadilah [58]: 1-6). Musãwa Jurnal Studi Dan Islam Diterbitkan, 16(2), 214–225. https://doi.org/10.14421/musawa.2017.162.214-225

الواحدي, أ. ا. (1992). أسباب نزول القرآن. الدمام: دار الإصلاح.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Artikel Serupa

1-10 dari 16

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.