Jaringan Makna Kufr dalam Al-Qur’an dan Resepsinya dalam Tafsir Sunda Kemenag

Penulis

  • Yedi Kuswandi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Siti Asmaul Karimah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Muhamad Erpian Maulana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Dadan Rusmana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis

Kata Kunci:

jaringan leksikal, kearifan lokal , semantik Izutsu, vernakularisasi., worldview Qur’ani

Abstrak

Kufr merupakan istilah yang sangat sering muncul dan memiliki posisi penting dalam sistem etika Al-Qur’an. Namun, kajian medan semantik tentang istilah ini di Indonesia masih jarang dikaitkan dengan penerimaannya dalam terjemahan berbahasa daerah. Akibatnya, kajian semantik Qur’ani yang ketat dan tradisi tafsir Nusantara yang kaya cenderung berkembang secara terpisah. Penelitian ini berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan memetakan makna dasar, sebaran tema, dan jaringan relasi makna kufr dalam Al-Qur’an menggunakan konsep makna dasar dan makna relasional dari Toshihiko Izutsu, lalu menilai sejauh mana Tafsir Sunda Kemenag mempertahankan jaringan makna tersebut dalam penerjemahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka. Data dikumpulkan melalui inventarisasi 236 kemunculan akar kafara dalam 54 surah, penelusuran kamus Arab klasik dan syair pra-Islam, serta analisis sintagmatik dan paradigmatik. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan pilihan kata dalam Tafsir Sunda Kemenag menggunakan kerangka kesepadanan formal dan dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dasar kufr yang bersifat netral, yaitu “menutupi” (al-taghtiyah), relatif tetap terjaga terutama pada konteks eskatologis. Namun, terjemahan Sunda memecah kesatuan makna tersebut dengan menggunakan sedikitnya delapan padanan leksikal, seperti kupur, kapir, dan ingkar, tanpa prinsip yang konsisten. Hal ini melemahkan hubungan morfologis antara bentuk negatif (kafara, al-kāfir) dan bentuk positif (yukaffiru). Dengan demikian, terjemahan Sunda berhasil mempertahankan bobot moral istilah kufr, tetapi baru sebagian mampu menyampaikan kesatuan semantik dan universalitas teologisnya. Karena itu, diperlukan prinsip penerjemahan yang lebih konsisten serta penambahan catatan kaki penjelas dalam revisi mendatang.

Referensi

Al Faris, M., Darajat, A., Sageri, I., & others. (2025). Perbandingan Corak Tafsir Berdasarkan Perbedaan Struktur Otoritas Keagamaan dan Konteks Politik-Sosial. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).

al-Bâqî, M. F. ’Abd, & Husain. (1988). al-Mu’jam al-Mufahras li Alfâzh al Qur‘ân al-Karîm. Dâr al-Jîl dan Dâr al-Hadîts.

al-Ghanawī, Ţ. (n.d.). Dīwān Ţufayl al-Ghanawī. Dār Şādir.

al-Mutalammis. (n.d.). Dīwān al-Mutalammis. Dār Şādir.

al-Nabighah al-Dhubyani. (n.d.). Dīwān al-Nabighah al-Dhubyani. Dār Şādir.

al-Rāghib al-Aṣfahānī. (1992). Al-Mufradāt fī Gharīb al-Qur’ān (Ṣafwān ʿAdnān Dāwūdī, Ed.). Dār al-Qalam.

al-Zamakhsharī. (1998). Asās al-Balāghah. Dār al-Kitāb al-ʿArabī.

Amelia, R., Nurdiani, W., Maulana, M. F., & others. (2025). Tafsir Mahmud Yunus dalam Kerangka Teori Al-Farmawi: Analisis Metode, Sumber, dan Corak Sosial. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).

Catford, J. C. (1965). A Linguistic Theory of Translation. Oxford University Press.

Darmawan, D., Riyani, I., & Husaini, Y. M. (2020). Desain Analisis Semantik Alquran Model Ensiklopedik: Kritik atas Model Semantik Toshihiko Izutsu. Al Quds: Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 4(2), 181–200. https://doi.org/10.29240/alquds.v4i2.1701

Departemen Agama Republik Indonesia. (2009). Al-Qur’an dan Terjemahnya dalam Bahasa Sunda. Kementerian Agama RI.

Faiqoh, L. (2018). Vernakularisasi dalam Tafsir Nusantara: Kajian atas Tafsir Faid al-Rahman Karya KH. Sholeh Darat al-Samarani. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 1(1), 85–128.

Federspiel, H. M. (1994). Popular Indonesian Literature of the Qur’an. Cornell Modern Indonesia Project, Cornell University.

Gusmian, I. (2013). Khazanah Tafsir Indonesia: Dari Hermeneutika hingga Ideologi (Edisi revisi). LKiS.

Hasninadia, D., Rifaldi, F., & others. (2025). Analisis Metode dan Corak Penafsiran Kiai Shaleh Darat dalam Tafsir Faidh ar-Rahman melalui Hermeneutika Sosio-Historis Fazlur Rahman. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).

Ibn Fāris, A. (1979). Muʿjam Maqāyīs al-Lughah (ʿAbd al-Salām Muḥammad Hārūn, Ed.; Vols. 1–6). Dār al-Fikr.

ibn Rabiʿah, L. (n.d.). Dīwān Labid ibn Rabiʿah. Dār Şādir.

ibn Shaddād, ʿAntarah. (n.d.). Dīwān ʿAntarah ibn Shaddād. Dār al-Maʿrifah.

ibn Ţufayl, ʿĀmir. (n.d.). Dīwān ʿĀmir ibn Ţufayl. Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah.

Izutsu, T. (1964). God and Man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung. Keio Institute of Cultural and Linguistic Studies.

Izutsu, T. (2002). Ethico-Religious Concepts in the Qur’an. McGill-Queen’s University Press.

Karimah, S. A., Hasna, A. A., Mulyana, M. B., & others. (2025). Analisis Metodologi Penafsiran dalam Tafsir Kemenag RI Al-Qur’an dan Tafsirnya Berdasarkan Teori Metode Tafsir ‘Abd al-Ḥayy al-Farmawi. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).

Khaerussalam, K. (2025). Vernakularisasi Al-Qur’an dalam Tafsir al-Mu’in: Studi Analitis Karya Anregurutta KH. Abdul Muin Yusuf. TAFASIR: Journal of Quranic Studies, 3(1).

Kuswandi, Y., Syibromalisi, A. Z., Muhyi, A. A., & others. (2025). Tradisionalisme, Metodologi Penafsiran, dan Lokalitas Budaya Jawa dalam Tafsir al-Iklil fi Ma’āni al-Tanzil: Analisis Epistemologi Tafsir Nusantara Abdul Mustaqim. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).

Lukman, F. (2022). The Official Indonesian Qur’ān Translation: The History and Politics of Al-Qur’an dan Terjemahnya. Open Book Publishers. https://doi.org/10.11647/OBP.0289

Lyons, J. (1977). Semantics (Vols. 1–2). Cambridge University Press.

Manẕūr, I. (1994). Lisān al-ʿArab (Vols. 1–6). Dār Şādir.

Mursalim. (2014). Vernakularisasi al-Qur’an di Indonesia: Studi Kajian Tafsir al-Qur’an. Jurnal Komunikasi, 16(1), 58.

Nabil, H., & Muhammad Abdallah, L. (2023). Analisis Kesepadanan Makna Terjemahan Surah al-Fātiḥah Qur’an Kemenag Menggunakan Tinjauan Metode Semantik. Diwan: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab, 15(1), 74–89. https://doi.org/10.15548/diwan.v15i1.1096

Newmark, P. (1988). A Textbook of Translation. Prentice Hall.

Nida, E. A., & Taber, C. R. (1982). The Theory and Practice of Translation. E. J. Brill.

Nugraha, R., Permanik, I., & Rohmana, J. A. (2025). Translating Sacred Scriptures in Sundanese: A Comparative Analysis of the Bible and the Qur’an in West Java, Indonesia. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 26(2), 522–544. https://doi.org/10.14421/qh.v26i2.6187

Rahmawati, D., Nurromadhon, S., & others. (2025). Telaah Metodologis Tafsir Nur al-Ihsan Perspektif al-Dhahabi: Analisis Sumber Tafsir, Riwayat, dan Corak Penafsiran. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).

Rizky, K. D., Fitriany, D., Alifrasmadi, H., & others. (2025). Metodologi Penafsiran Quraish Sihab dalam Tafsir al-Misbah Perspektif as-Suyuti. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).

Rohmana, J. A. (2014). Memahami al-Qur’an dengan Kearifan Lokal: Nuansa Budaya Sunda dalam Tafsir al-Qur’an Berbahasa Sunda. Journal of Qur’an and Hadith Studies, 3(1), 86–93.

Rohmana, J. A. (2017). Sejarah Tafsir al-Qur’an di Tatar Sunda. Mujahid Press.

Rohmana, J. A. (2019). Negosiasi, Ideologi, dan Batas Kesarjanaan: Pengalaman Penerjemah dalam Proyek Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Sunda. Suhuf, 12(1), 21–55. https://doi.org/10.22548/shf.v12i1.407

Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’ān: Towards a Contemporary Approach. Routledge.

Zazila, Z., Dewi, N. L. K., Hisan, W., & others. (2025). Analisis Metodologi Tafsir Perspektif Manna Khalil al-Qattan dalam Tafsir al-Ibriz Karya KH. Bisri Mustofa. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).

Zulfikar, E. (2018). Makna Ūlū al-Albāb dalam al-Qur’an: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu. Jurnal Theologia, 29(1), 109–140. https://doi.org/10.21580/teo.2018.29.1.2273

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.