Menyingkap Makna Kata Amānī dan Derivasinya dalam Al-Qur’an serta Relevansinya terhadap Distorsi Realita di Media Sosial
Kata Kunci:
Amānī, angan-angan, distorsi realita, media sosial, semantik ensiklopedikAbstrak
Media sosial merupakan platform yang menampilkan berbagai informasi, baik informasi politik atau bahkan kegiatan sehari-hari pengguna. Sehingga media sosial tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga memberikan pengaruh buruk bagi penggunanya, diantaranya adalah distori realita akibat informasi yang terlalu menggiring opini dan sering kali mengubah pandangan pengguna. Konsep ini sangat berkaitan erat dengan konsep kata Amānī dalam Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analisis dan berjenis penelitian kualitatif, dengan Teknik analisis data menggunakan metode semantic ensiklopedik untuk mengkaji konsep kata dalam Al-Qur’an. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap makna dasar dan makna relasional kata Amānī dalam Al-Qur’an, serta untuk mengetahui konsep kata Amānī dalam Al-Qur’an relevansinya terkait pengaruh media sosial terhadap distorsi realita. Makna dasar kata Amānī yang ditemukan dalam kamus adalah takdir, namun ketika bentuk katanya berbeda akan bermakna angan-angan. Makna relasional pra-Qur’anik kata Amānī menunjukan konotasi yang cenderung positif yaitu keberanian, cita-cita, harapan dan angan-angan. Sedangkan pada masa Qur’anik menunjukkan konotasi yang negatif yaitu angan-angan, tipu daya, iri hati, godaan setan, bodoh, dan air mani. Sehingga dari makna tersebut terbentuk konsep kata Amānī yaitu, sumber dan penyebab angan-angan, akibat dari angan-angan, dan wujud lahiriah angan-angan. Konsep tersebut sangat relevan dengan dampak yang ditimbulkan oleh media sosial terhadap distorsi realita.
Referensi
Al-Ashfahani, A. al-Q. al-R. (2017). Al-Mufradāt fī Gharīb al-Qur’ān. Pustaka Khazanah Fawa’id.
Al-Askari, A. H. (1999). Mu’jam al-Furūq al-Lughawiyyah. Beirut: Dār al-Kutub al-’Ilmiyyah. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Al-Farmawi, ’Abd al-Hayy. (1977). Al-Bidāyah fī al-tafsīr al-mauḍū’ī. al-Hadarah al-’Arabiyyah.
Al-Jawhari, I. (n.d.). Al-Ṣiḥāḥ: Tāj al-lughah wa ṣiḥāḥ al-’arabiyyah. Dār al-’Ilm li al-Malāyīn.
Al-Mishri, A. al-F. J. al-D. M. (1997). Lisān al-’Arab. Dār Ṣādir.
Al-Zuhaili, W. (2014). Tafsir Al-Munir: Aqidah, Syari’ah, Manhaj. Gema Insani.
Aminuddin, A. (2022). Semantik: Pengantar Studi tentang Makna. Sinar Baru Algensindo.
Amrullah, A. M. K. (Hamka). (1965). Tafsir Al-Azhar. Pustaka Nasional PTE LTD.
Andreassen, C. S., Pallesen, S., & Griffiths, M. D. (2017). The relationship between addictive use of social media, narcissism, and self-esteem: Findings from a large national survey. Addictive Behaviors, 64, 287–293. https://doi.org/10.1016/j.addbeh.2016.03.006
Baalbaki, R. (2014). The Arabic lexicographical tradition: From the 2nd/8th to the 12th/18th century. Brill.
Baldwin, M., & Mussweiler, T. (2018). The culture of social comparison. Proceedings of the National Academy of Sciences, 115(39), E9067--E9074. https://doi.org/10.1073/pnas.1721555115
Chaer, A. (1995). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. PT Rineka Cipta.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Cruse, D. A. (2000). Meaning in language: An introduction to semantics and pragmatics. Oxford University Press.
d Tantawi, M. S. (2004). Al-Tafsīr al-wasīṭ li al-Qur’ān al-karīm. Dār Nahḍat Miṣr.
Darmawan, D., Riyani, I., & Husaini, Y. M. (2020). Desain analisis semantik Alquran model ensiklopedik: Kritik atas model semantik Toshihiko Izutsu. AL QUDS: Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 4(2), 181–206. https://doi.org/10.29240/alquds.v4i2.1701
Elfadl, A. (2023). A research proposal for correcting happiness misperceptions on social media. 2023 10th International Conference on Behavioural and Social Computing (BESC), 1–5. https://doi.org/10.1109/BESC59560.2023.10386367
Fadhilah, U., & Nugroho, K. (2023). Semantic analysis of Toshihiko Izutsu in the phrase “al-’Urwatul Wutsqa.” Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 1510–1516.
Fardouly, J., Diedrichs, P. C., Vartanian, L. R., & Halliwell, E. (2015). Social comparisons on social media: The impact of Facebook on young women’s body image concerns and mood. Body Image, 13, 38–45. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2014.12.002
Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117–140. https://doi.org/10.1177/001872675400700202
Hoffman, L. H., & Glynn, C. J. (2013). Media and perceptions of reality. In W. Donsbach (Ed.), The International Encyclopedia of Communication. Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781405186407.wbiecm044.pub2
Hosana, S., & Putra, D. S. D. (2019). Penerapan data mining untuk prediksi kualitas sperma (fertility) berbasis Android. ALGOR, 1(1), 64–71.
Iufereva, A. (2023). Fake news as a distortion of media reality: Tell-truth strategy in the post-truth era. European Conference on Information Warfare and Security (ECCWS), 2023-June, 610–615. https://doi.org/10.34190/eccws.22.1.1080
Izutsu, T. (1997). Relasi Tuhan dan Manusia: Pendekatan Semantik terhadap Al-Qur’an. PT Tiara Wacana.
Kahneman, D. (2011). Thinking, fast and slow. Farrar, Straus and Giroux.
Matsna, M. (2016). Kajian Semantik Arab: Klasik dan Kontemporer. Penerbit Kencana.
Mustaqim, A. (2017). Metode penelitian Al-Qur’an dan tafsir. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 1(1), 1–20. https://doi.org/10.14421/qh.2000.11-01
Nasr, S. H., Dagli, C. K., Dakake, M. M., Lumbard, J. E. B., & Rustom, M. (2015). The study Quran: A new translation and commentary. HarperOne.
Nickerson, R. S. (1998). Confirmation bias: A ubiquitous phenomenon in many guises. Review of General Psychology, 2(2), 175–220. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.2.175
Orehek, E., & Human, L. J. (2017). Self-expression on social media. Personality and Social Psychology Bulletin, 43(1), 60–70. https://doi.org/10.1177/0146167216675332
Quthb, S. (2003). Tafsir Fī Ẓilālil Qur’ān (Jilid VII). Jakarta: Gema Insani. (Vol. 7). Gema Insani.
Robertson, C. E., del Rosario, K., & Van Bavel, J. J. (2024). Inside the funhouse mirror factory: How social media distorts perceptions of norms. Current Opinion in Psychology, 60. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2024.101918
Rohmana, J. A. (2019). Sundanese Qur’anic exegesis: Nature, characteristics, and dynamics. Journal of Qur’an and Hadith Studies, 8(1), 1–29. https://doi.org/10.1548/quhas.v8i1.4862
Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a contemporary approach. Routledge.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati.
Steel, P. (2007). The nature of procrastination: A meta-analytic and theoretical review of quintessential self-regulatory failure. Psychological Bulletin, 133(1), 65–94. https://doi.org/10.1037/0033-2909.133.1.65
Stetkevych, S. P. (2002). The mantle odes: Arabic praise poems to the Prophet Muhammad. Indiana University Press.
Trivers, R. (2011). The folly of fools: The logic of deceit and self-deception in human life. Basic Books.
Twenge, J. M., Haidt, J., Joiner, T. E., & Campbell, W. K. (2018). Underestimating digital media harm. Nature Human Behaviour, 3, 337–338. https://doi.org/10.1038/s41562-018-0480-5
Tyler, A., & Evans, V. (2003). The semantics of English prepositions: Spatial scenes, embodied meaning and cognition. Cambridge University Press.
Verduyn, P., Lee, D. S., Park, J., Shablack, H., Orvell, A., Bayer, J., Ybarra, O., Jonides, J., & Kross, E. (2015). Passive Facebook usage undermines affective well-being: Experimental and longitudinal evidence. Journal of Experimental Psychology: General, 144(2), 480–488. https://doi.org/10.1037/xge0000057
Vogel, E. A., Rose, J. P., Roberts, L. R., & Eckles, K. (2014). Social comparison, social media, and self-evaluation. Psychology of Popular Media Culture, 3(4), 206–222. https://doi.org/10.1037/ppm0000047
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Zulaeha, E., & Radiana, A. (2019). Kontribusi pendekatan semantik pada perkembangan penelitian Al-Qur’an: Studi pada skripsi mahasiswa prodi ilmu Al-Qur’an Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Al-Bayān: Jurnal Studi Al-Qur’ān Wa Al-Tafsīr, 1(1), 57–68.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Agniya Rihadatul Aisy (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Seluruh artikel yang diterbitkan di Mufassir: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
Penulis mempertahankan hak cipta atas karya ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini.
Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, menelusuri, atau menautkan ke teks lengkap artikel ini dengan menyebutkan sumber aslinya.










