Konstruksi Tujuan Pernikahan Perspektif Maqāṣid al-Sharī’ah Ibn 'Āshūr dalam Tafsir Lenyepaneun QS. Ar-Rum [30]: 21
Kata Kunci:
Ibn 'Āshūr, maqāṣid al-sharī’ah, pernikahan, Q.S. Ar-Rum [30]: 21, Tafsir Lenyepaneun.Abstrak
Abstrak: Pernikahan dalam Islam merupakan salah satu institusi paling fundamental yang dibicarakan Al-Qur'an, antara lain melalui Q.S. Ar-Rum [30]: 21 yang menegaskan tujuan pernikahan dalam rangka menghadirkan ketentraman (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Meskipun konsep-konsep Qur'ani ini sangat kaya, diskusi ilmiah tentang tujuan pernikahan kerap didominasi pendekatan normatif-yuridis yang mereduksi pernikahan menjadi sekadar kontrak hukum, sehingga mengabaikan dimensi spiritual dan kemanusiaannya. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana Tafsir Lenyepaneun karya tafsir berbahasa Sunda oleh Moh. E. Hasyim (1916–2009) mengonstruksi tujuan pernikahan dalam Q.S. Ar-Rum [30]: 21, dan bagaimana konstruksi tersebut berkorespondensi dengan kerangka maqāṣid al-sharī’ah Muḥammad al-Ṭāhir Ibn 'Āshūr (1879-1973). Menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif dengan pendekatan maqāṣidī-tafsīrī, penelitian ini menerapkan kerangka ganda Ibn 'Āshūr mencakup maqāṣid umum (fitrah, maṣlaḥah, musāwah, samāḥah, ḥurriyyah) dan maqāṣid khusus hukum keluarga (ḥifẓ al-nasl, raf’ al-ḥaraj, mushārakah fī al-ḥayāh, ta’dhīm al-zawjayn) sebagai lensa analitis untuk membaca penafsiran lokal Sunda atas teks Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Lenyepaneun mengonstruksi tujuan pernikahan melalui empat dimensi yang saling berkaitan: teologis (pernikahan sebagai manifestasi kekuasaan ilahi dan desain penciptaan), psikologis (tengtrem ayem sebagai artikulasi sakinah yang berakar pada budaya), afektif (pikadeudeuh sebagai ekspresi mawaddah yang kaya makna emosional), dan humanistik (pikaasih sebagai ungkapan relasional dari rahmah). Ketika dibaca melalui kerangka maqāṣid Ibn 'Āshūr, keempat dimensi ini berkorespondensi dengan: penjagaan keturunan (ḥifẓ al-nasl) dan perwujudan fitrah manusia; kesejahteraan psikologis dan penghilangan kesempitan (raf’ al-ḥaraj); kemitraan yang setara dan mutual dalam pernikahan (mushārakah fī al-ḥayāh) dan prinsip kesetaraan (musāwah); serta perlindungan kebebasan dan martabat (ḥurriyyah) bersama penghormatan timbal balik antar pasangan (ta’dhīm al-zawjayn). Penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir lokal Nusantara dapat menjadi lokus yang produktif untuk mengartikulasikan nilai-nilai maqāṣid secara kontekstual dan berbasis budaya, dan bahwa penerapan teori Ibn 'Āshūr pada tradisi tafsir lokal membuka jalur baru yang produktif bagi kajian tafsir Al-Qur'an di Indonesia.
Referensi
Aisa, L. D. N. (2024). Tafsir Modern Di Indonesia Abad ke-21: Identifikasi Karakteristik Produk Tafsir Pada Tahun 2001-2022. Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara, 10(2), 86–102.
Al Faris, M., Darajat, A., Sageri, I., & others. (2025). Perbandingan Corak Tafsir Berdasarkan Perbedaan Struktur Otoritas Keagamaan dan Konteks Politik-Sosial. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Alfani, I. H. D., & Mawaddah, P. W. (2023). Tafsir Al-Qur’an Melalui Pendekatan Kajian di Tanah Sunda. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(2), 165–175.
Amelia, R., Nurdiani, W., Maulana, M. F., & others. (2025). Tafsir Mahmud Yunus dalam Kerangka Teori Al-Farmawi: Analisis Metode, Sumber, dan Corak Sosial. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Ayyub, A., & Ag, S. M. (2023). Konsep Keluarga Sakinah Dalam Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Aziz, M. (2014). Metode Identifikasi Maqâsid al-Sharî ‘ah Muhammad Tâhir b.‘Âshûr dalam Kitab Maqâsid al-Sharî ‘ah al-Islâmîyah. Maraji: Jurnal Ilmu Keislaman, 1(1), 216–241.
Fauzan, H., & Imawan, D. H. (2023). Pemikiran Maqashid Syariah Al-Tahir Ibn Asyur. Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum (JSYH), 5(1), 101–114.
Gusmian, I. (2013). Khazanah Tafsir Indonesia; dari Hermeneutika hingga Ideologi. Lkis Pelangi Aksara.
Hasanudin, F. (2020). Maqâshid al-Syarîah Ibn ‘Asyur: Rekonstruksi Paradigma Ushul Fikih. ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab, 1(1), 172–187.
Hasninadia, D., Rifaldi, F., & others. (2025). Analisis Metode dan Corak Penafsiran Kiai Shaleh Darat dalam Tafsir Faidh ar-Rahman melalui Hermeneutika Sosio-Historis Fazlur Rahman. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Idzhar, M. (2021). Konsep Maqasid Syariah Menurut Muhammad Thahir Ibnu’Asyur. QONUN: Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan, 5, 154–165.
Karimah, S. A., Hasna, A. A., Mulyana, M. B., & others. (2025). Analisis Metodologi Penafsiran dalam Tafsir Kemenag RI Al-Qur’an dan Tafsirnya Berdasarkan Teori Metode Tafsir ‘Abd al-Ḥayy al-Farmawi. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Kathīr, I., & binUmar, I. (2000). Tafsīr-al-Qur’ān al-‘Azīm. Cairo: Muassasah Qurṭubah.
Kuswandi, Y., Syibromalisi, A. Z., Muhyi, A. A., & others. (2025). Tradisionalisme, Metodologi Penafsiran, dan Lokalitas Budaya Jawa dalam Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil: Analisis Epistemologi Tafsir Nusantara Abdul Mustaqim. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Majid, A. (2024). Problematika Awal Pernikahan Dalam Sebuah Pernikahan Ideal Dalam Pandangan Sosiologi Agama. TheJournalish: Social and Government, 5(4), 525–537.
Mustaqim, A. (2017). Metode penelitian Al-Qur’an dan tafsir. idea press.
Mustaqim, M., & Suhadi, S. (2019). Analisis Implementasi Entrepreneurship Di Kalangan Santri. BISNIS: Jurnal Bisnis Dan Manajemen Islam, 2(1), 1–22.
Nasution, K. (2012). Hukum perkawinan dan warisan di dunia Muslim modern. Yogyakarta: ACAdeMIA, 6.
Ni’ami, M. F., & Bustamin, B. (2021). Maqāṣid Al-Syarī’Ah Dalam Tinjauan Pemikiran Ibnu ‘Āsyūr Dan Jasser Auda. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 20(1), 91–102.
Nuruzzaman, A. L. (2024). PENAFSIRAN QS AR-RUM (30): 21 PERSPEKTIF TAFSIR MAQASIDI. UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
Quraish, S. (2011). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian. Jakarta: Penerbit Lentera Hati.
Rahman, F. (1982). Islam dan Modernitas: Transformasi Intelektual. Bandung: Pustaka.
Rahmawati, D., Nurromadhon, S., & others. (2025). Telaah Metodologis Tafsir Nur al-Ihsan Perspektif al-Dhahabi: Analisis Sumber Tafsir, Riwayat, dan Corak Penafsiran. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Ramayulis, H. (2004). Ilmu pendidikan islam.
Rizky, K. D., Fitriany, D., Alifrasmadi, H., & others. (2025). Metodologi Penafsiran Quraish Sihab dalam Tafsir al-Misbah Perspektif as-Suyuti. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Rohayana, A. D., & Sofi, M. J. (2020). Ibn Ashur’s Concept of Maqasid Sharia-Finding Method. Jurnal Penelitian, 17(1), 55–66.
Rohmana, J. A. (2013a). Ideologisasi Tafsir Lokal Berbahasa Sunda: Kepentingan Islam-Modernis dalam Tafsir Nurul-Bajan dan Ayat Suci Lenyepaneun. Journal of Qur’an and Hadith Studies, 2(1), 125–154.
Rohmana, J. A. (2013b). Kajian Al-Qur’an di Tatar Sunda Sebuah Penelusuran Awal. Suhuf, 6(2), 197–224.
Rohmana, J. A. (2014). Memahami al-Qur’an dengan Kearifan Lokal: Nuansa Budaya Sunda dalam Tafsir al-Qur’an berbahasa Sunda. Journal of Qur’an and Hadith Studies, 3(1), 79–99.
Rohmana, J. A. (2020). Tafsir Al-Qur’an dari dan untuk Orang Sunda: Ayat Suci Lenyepaneun Karya Moh. E. Hasim (1916-2009). Quran and Hadith Studies, 9(1), 1.
Safriadi, S. (2016). Kontribusi Ibn ‘Āsyūr Dalam Kajian Maqāsid Al-Syarī’ah. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 15(2), 285–303.
Salim, M. R. (2020). Konsep Dan Implementasi Keluarga Ideal Dalam Perspektif Maqāşid Syari’ah Ibn ‘Asyur. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 9(1), 12–21.
Tohari, C. (2017). Pembaharuan Konsep Maqāsid Al-Sharī’ah dalam Pemikiran Muhamamad Ṭahir Ibn ‘Ashur. Al-Maslahah Jurnal Ilmu Syariah, 13(1), 1.
Toriquddin, M. (2013). Teori Maqashid Syari’ah Perspektif Ibnu Ashur. Ulul Albab: Jurnal Studi Islam, 14(2), 184–212.
Wadud, A. (1999). Qur’an and woman: Rereading the sacred text from a woman’s perspective. OUP Us.
Yaqin, A. (2016). Revitalisasi Maqashid Al-Syari’ah dalam Istinbath Hukum Islam: Kajian atas Pemikiran Muhammad Al-Thahir Ibnu ‘Asyur. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 50(2), 315–340.
Zazila, Z., Dewi, N. L. K., Hisan, W., & others. (2025). Analisis Metodologi Tafsir Perspektif Manna Khalil al-Qattan dalam Tafsir al-Ibriz Karya KH. Bisri Mustofa. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Zuhayli, W. (1991). Al-tafsir Al-munir: Fi Al-’aqidah Wa Al-syariah Wa Al-manhaj. Darul Fikir.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 irnawati, Suci Nurromadhon, Muhamad Erpian Maulana, Dadan Rusmana (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Seluruh artikel yang diterbitkan di Mufassir: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
Penulis mempertahankan hak cipta atas karya ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini.
Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, menelusuri, atau menautkan ke teks lengkap artikel ini dengan menyebutkan sumber aslinya.










