Resepsi Pengguna Instagram terhadap Ayat Al-Qur'an dalam Konten @barengquran: Kajian Living Qur'an Digital

Penulis

  • Irnawati UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Yedi Kuswandi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Asep Abdul Muhyi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis

Kata Kunci:

@barengquran, Instagram, living Qur'an digital, netnografi, resepsi Al-Qur'an.

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Muslim berinteraksi dengan Al-Qur'an, dari ruang pengajian formal menuju platform media sosial seperti Instagram. Penelitian ini mengkaji akun @barengquran yang memiliki lebih dari satu juta pengikut dan menyajikan ayat Al-Qur'an melalui pendekatan motivasional-reflektif yang dikaitkan dengan persoalan hidup modern, karakter khas yang belum pernah dikaji secara spesifik dalam literatur Living Qur'an digital yang selama ini lebih banyak berfokus pada akun bertipe tematik-eksegetis seperti @QuranReview. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk penyajian ayat Al-Qur'an dalam konten motivasi @barengquran, dan (2) mendeskripsikan dan menganalisis pola resepsi pengguna Instagram terhadap ayat-ayat tersebut. Menggunakan metode netnografi dengan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif, data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan dokumentasi digital terhadap sepuluh konten carousel terpilih beserta dua puluh lima komentar penggunanya. Analisis menggunakan kerangka Living Qur'an, tipologi resepsi Qur'ani Rafiq (eksegetis, estetis, fungsional, lukratif, campuran), dan tiga lapisan resepsi Al-Banna dan Hilmi (kognitif, afektif, behavioral). Penelitian menemukan bahwa (1) ayat Al-Qur'an disajikan secara visual-afektif melalui format carousel konsisten dengan latar gelap, tipografi kontras, dan bahasa puitis-reflektif yang mengaitkan ayat dengan tema relasi, spiritualitas, burnout, dan overthinking; dan (2) resepsi pengguna didominasi tipologi fungsional (64%) dan lapisan afektif (52%), sementara resepsi eksegetis dan lapisan kognitif meningkat signifikan pada konten bertema akidah yang divisualisasikan provokatif, dengan audiens aktif berdiskusi dan saling mengoreksi pemahaman, dan resepsi lukratif sama sekali tidak ditemukan, berbeda dari temuan pada @QuranReview. Temuan ini menegaskan bahwa Al-Qur'an dalam ekosistem @barengquran menjalankan fungsi performatif dan informatif secara berimbang bergantung pada karakter tema dan visual kontennya, dan bahwa karakter ini dapat memoderasi jenis resepsi bahkan dalam satu akun yang sama.

Referensi

@barengquran. (2026). Qur’an Underrated (Hediansyah, Ed.). Jakarta: PT ElexMedia Komputindo978623.

Ahimsa-Putra, H. S. (2012). The Living Al-Qur’an: Beberapa Perspektif Antropologi. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 235–260.

Al-Banna, M. R., & Hilmi, M. I. (2022). Analisis atas Respon Netizen pada Postingan Akun@ Quranreview di Instagram. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 2(1), 17–24.

Costello, L., McDermott, M.-L., & Wallace, R. (2017). Netnography: Range of practices, misperceptions, and missed opportunities. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1609406917700647.

Creswell, J. W. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Fadoli, A., & Naziha, S. (2022). Reception of the Qur’an on Social Media: Case Study of Qur’an Interpretation on the Instagram Account@ quranreview. WARAQAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 7(2), 150–159.

Fawaid, A., & Amalia, N. (2025). The Representation of Muslim Women on Digital Platforms: Contestation and Fragmented Reception on Instagram’s QuranReview Account. Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah: Media Kajian Al-Qur’an Dan Al-Hadits Multi Perspektif, 22(1), 144–160.

Heriyanto, H. (2021). Potret Fenomena Tahfiz Online Di Indonesia. SUHUF, 14(1), 153–177.

Hewson, C., & Buchanan, T. (2013). Ethics guidelines for internet-mediated research. The British Psychological Society.

Highfield, T., & Leaver, T. (2016). Instagrammatics and digital methods: Studying visual social media, from selfies and GIFs to memes and emoji. Communication Research and Practice, 2(1), 47–62.

Hine, C. (2020). Ethnography for the internet: Embedded, embodied and everyday. Routledge.

Jauss, H. R. (2022). Literary history as a challenge to literary theory. In New directions in literary history (pp. 11–41). Routledge.

Kozinets, R. V. (2002). The field behind the screen: Using netnography for marketing research in online communities. Journal of Marketing Research, 39(1), 61–72.

Kozinets, R. V. (2010). Doing ethnographic research online. Kozinets, Netnography: The Essential Guide to Qualitative Social Media Research.

Lukman, F. (2018). Digital Hermeneutics and A New Face of The Quran Commentary: The Quran in Indonesians Facebook. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 56(1), 95–120.

Mansur, M. (2007). Living Qur’an dalam Lintasan sejarah studi Al-Qur’an. Metode Penelitian Living Qur’an Dan Hadis. Yogyakarta: Teras.

Marlina, E. H., Zakiyah, S., Izzah, I. N., Rohim, M. S., Ilahiya, N. F., & Dian, D. (2025). Strategic Financing Management in an Islamic Educational Institution: A SWOT-Based Case Study of Rumah Tahfidz Qur’an Al Harun. Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 9(1), 139–164. https://doi.org/10.29240/jsmp.v9i1.13173

McCrow-Young, A. (2021). Approaching Instagram data: reflections on accessing, archiving and anonymising visual social media. Communication Research and Practice, 7(1), 21–34.

Nascimento, T., Suarez, M. C., & Campos, R. D. (2022). An integrative review on online ethnography methods: differentiating theoretical bases, potentialities and limitations. Qualitative Market Research: An International Journal, 25(4), 492–510.

Nisa, E. F. (2018). Social media and the birth of an Islamic social movement: ODOJ (One Day One Juz) in contemporary Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 24–43.

Purnama, R. (2020). THE AESTHETIC RECEPTION OF THE QURAN IN INSTAGRAM: Variations, Factors, and Religious Commodification. ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam, 21, 237–268. https://doi.org/10.18860/ua.v21i2.9528

Rafiq, A. (2012). Sejarah al-Quran dari Pewahyuan ke Resepsi (Sebuah Pencarian Awal Metodologis).

Rafiq, A. (2021). The Living Qur’an: Its Text and Practice in the Function of the Scripture. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 22(2), 469–484.

Rasidin, Nurfadliyati, Syam, M. M., Taufik, & Ilham, M. (2025). QUR’ANIC INTERPRETATION ON INSTAGRAM: The Shift from Traditional to Digital Platforms in Indonesia. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 24(1), 376–406.

Ravn, S., Barnwell, A., & Barbosa Neves, B. (2020). What is “publicly available data”? Exploring blurred public–private boundaries and ethical practices through a case study on Instagram. Journal of Empirical Research on Human Research Ethics, 15(1–2), 40–45.

Richtig, I., & Saifullah, M. (2022). “Quranreview.” Suhuf, 15(2), 267–287.

Rohim, A. M., Ardillah, M. F. F., Yamani, A. B., & Hosseinieskandian, A. (2025). RECONTEXTUALIZING QUR’ANIC NARRATIVES:@ Quranreview’s Digital Tafsir as Symbolic Resistance to State Hegemony in Indonesia. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 24(2), 765–800.

Rusydiana, N. R. U., Rosyada, M., Sholiha, M. M., & Muadom, M. A. (2025). Figuring And Disfiguring: Audience Participation In Qur’anic Exegesis on Instagram. Journal of Asian Wisdom and Islamic Behavior, 3(2), 102–115.

Sihabussalam, Lailah, S., & Wijaya, R. (2024). Digital Era Qur’anic Interpretation in Indonesia. SUHUF, 17(1), 87–114.

Wardani, W. G. W., & Muntazori, A. F. (2019). Islamic memes as media of da’wah for millennials generations: Analysis of visual language on Islamic memes with illustration style. Cultural Syndrome, 1(1), 61–78.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.