Vernakularisasi Penafsiran Ayat Akhlak dalam QS Luqman Ayat 12-19 pada Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun
Kata Kunci:
akhlaq Qur'ani, E. Hasim, tafsir sunda, tafsir Nusantara, vernakularisasiAbstrak
Artikel ini mengkaji bentuk-bentuk vernakularisasi dalam penafsiran ayat-ayat akhlak pada Q.S. Luqman (31): 12-19 sebagaimana disajikan dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun, tafsir berbahasa Sunda 30 jilid karya Moh. E. Hasim (1916-2009). Vernakularisasi dipahami sebagai proses menghadirkan ajaran Al-Qur'an ke dalam bahasa, simbol, dan kerangka budaya masyarakat lokal, yang melampaui sekadar penerjemahan semata. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan analisis isi yang berpijak pada teori vernakularisasi Anthony H. Johns, penelitian ini mengidentifikasi tiga dimensi vernakularisasi yang bekerja secara bersamaan dalam praktik penafsiran E. Hasim: (1) vernakularisasi bahasa, yang mencakup penggunaan kosakata Sunda, undak-usuk basa, idiom, dan peribahasa untuk menerjemahkan konsep moral Arab; (2) vernakularisasi budaya, yang melibatkan integrasi nilai-nilai etika Sunda seperti mulang tarima, handap asor, dan sopan santun ke dalam penjelasan ayat; dan (3) vernakularisasi naratif, di mana kisah-kisah keseharian masyarakat Sunda digunakan sebagai ilustrasi penafsiran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa vernakularisasi E. Hasim bukan latihan linguistik permukaan semata, melainkan sebuah strategi adaptasi konseptual yang mendalam untuk mendialogkan ajaran moral Al-Qur'an dengan partikularitas budaya Sunda. Penelitian ini berkontribusi pada kajian tafsir Nusantara dengan menunjukkan bahwa vernakularisasi dapat berfungsi sekaligus sebagai medium transmisi keagamaan, pelestarian budaya, dan kritik sosial.
Referensi
Adab, P. (n.d.). Kearifan Lokal dalam Tafsir: Vernakularisasi Kitab Safīnah Kallā Saya’lamūn. Penerbit Adab.
Al Faris, M., Darajat, A., Sageri, I., & others. (2025). Perbandingan Corak Tafsir Berdasarkan Perbedaan Struktur Otoritas Keagamaan dan Konteks Politik-Sosial. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Amelia, R., Nurdiani, W., Maulana, M. F., & others. (2025). Tafsir Mahmud Yunus dalam Kerangka Teori Al-Farmawi: Analisis Metode, Sumber, dan Corak Sosial. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Chandra, A. M. (2024). MENEMUKAN UNSUR-UNSUR LOKALITAS DALAM TAFSIR AYAT SUCI DALAM RENUNGAN KARYA MOHAMMAD EMON HASIM. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Evarial, I. (2017). Tafsir Al-Qur’an Dan Tradisi Sunda: Studi Pemikiran Moh. E. Hasyim Dalam Tafsir Ayat Suci Dalam Renungan.
Gianti, N. I. M. (2011). KARAKTERISTIK KEDAERAHAN AYAT SUCI LENYEPANEUN KARYA MOH. E. HASIM. UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
Hasninadia, D., Rifaldi, F., & others. (2025). Analisis Metode dan Corak Penafsiran Kiai Shaleh Darat dalam Tafsir Faidh ar-Rahman melalui Hermeneutika Sosio-Historis Fazlur Rahman. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Hidayat, D., & Hafiar, H. (2019). Nilai-nilai budaya soméah pada perilaku komunikasi masyarakat Suku Sunda. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 84–96.
Johns, A. H. (1998). The Qurʾān in The Malay World: Reflections on ʿAbd Al-Raʾūf of Singkel (1615–1693). Journal of Islamic Studies, 9(2), 120–145.
Juariah, Y. (2016). Menelusuri jejak Islamisasi di Tatar Sunda melalui naskah kuno. Jurnal Al-Tsaqafa, 13(01).
Karimah, S. A., Hasna, A. A., Mulyana, M. B., & others. (2025). Analisis Metodologi Penafsiran dalam Tafsir Kemenag RI Al-Qur’an dan Tafsirnya Berdasarkan Teori Metode Tafsir ‘Abd al-Ḥayy al-Farmawi. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Khalisah, S. (n.d.). VERNAKULARISASI SEBAGAI SEBUAH PENDEKATAN DALAM PENGAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN.
Kuswandi, Y., Syibromalisi, A. Z., Muhyi, A. A., & others. (2025). Tradisionalisme, Metodologi Penafsiran, dan Lokalitas Budaya Jawa dalam Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil: Analisis Epistemologi Tafsir Nusantara Abdul Mustaqim. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
MAULINA, W. F. (n.d.). VERNAKULARISASI AL-QURAN BAHASA SUNDA.
Muhsin, I. (2018). tafsir sebagai strategi Kebudayaan. Semesta Aksara.
Mursalim, M. (2014). Vernakulisasi Al-qur’an di Indonesia (suatu Kajian Sejarah Tafsir Al-qur’an). Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, 16(1), 195462.
Mursida, S. (2021). Interpretasi Moh. E Hasim Dalam Tafsir Ayat Suci Lenyeupaneun Terhadap Fenomena Taklid. Dar El-Ilmi: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan Dan Humaniora, 8(1), 36–53.
Permana, I. S., Juariah, S. J., & Prayoga, A. (2021). Moderasi Islam Pada Tafsir Sunda Ayat Suci Lenyepaneun Karya Mohammad Emon Hasim. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 58–88.
Peter, R., & Simatupang, M. S. (2022). Keberagaman bahasa dan budaya sebagai kekayaan Bangsa Indonesia. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 9(1), 96–105.
Rahman, M. Z. (2021). Vernakularisasi Tafsir Ayat Suci Lenyepeneun Tentang Jual Beli Dalam Qs. Al-Baqarah Ayat 275 Dan Relevansinya Terhadap Jual Beli Online. Mafatih, 1(1), 59–73.
Rahmawati, D., Nurromadhon, S., & others. (2025). Telaah Metodologis Tafsir Nur al-Ihsan Perspektif al-Dhahabi: Analisis Sumber Tafsir, Riwayat, dan Corak Penafsiran. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Rizky, K. D., Fitriany, D., Alifrasmadi, H., & others. (2025). Metodologi Penafsiran Quraish Sihab dalam Tafsir al-Misbah Perspektif as-Suyuti. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Rohmana, J. A. (2020). Tafsir Al-Qur’an dari dan untuk Orang Sunda: Ayat Suci Lenyepaneun Karya Moh. E. Hasim (1916-2009). Quran and Hadith Studies, 9(1), 1.
Saepudin, D. M. (2023). Vernakularisasi tafsir Al-Qur’an di Indonesia Abad ke-20: studi kasus Tafsir berbahasa Sunda.
SIDQI, W. A. (n.d.). ANALISIS ASPEK BUDAYA DALAM TAFSÎR AYAT SUCI LENYEPANEUN KARYA MOHAMMAD EMON HASIM.
Susanto, E., & Karimullah, K. (2016). Islam Nusantara: Islam Khas dan Akomodatif terhadap Budaya Lokal. Al-Ulum, 16(1), 56–80.
Tarlam, A. (2026). TAFSIR NUSANTARA: Moh. E. Hasim dan Warisan Pendidikan Islam Multikultural dalam Masyarakat Sunda. Goresan Pena.
Wahidi, T. T. D. A. N. (n.d.). TAFSIR TEKSTUAL DAN TRADISIONAL SEBAGAI PENDEKATAN PENAFSIRAN AL-QUR’AN. PROSIDING, 1.
Zazila, Z., Dewi, N. L. K., Hisan, W., & others. (2025). Analisis Metodologi Tafsir Perspektif Manna Khalil al-Qattan dalam Tafsir al-Ibriz Karya KH. Bisri Mustofa. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Zulfikar, M., Solehah, N., & Melinda, Y. (2026). Ayat-Ayat Suci Lenyepaneun: Sebuah Tafsir Renungan Pemikiran Moh. E. Hasim Dalam Pengertian Khalifah Di Muka Bumi. Millatuna: Jurnal Studi Islam, 3(01), 1–12.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Asmaul Karimah, Desi Hasninadia, Muhamad Erpian Maulana, Dadan Rusmana (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Seluruh artikel yang diterbitkan di Mufassir: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
Penulis mempertahankan hak cipta atas karya ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini.
Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, menelusuri, atau menautkan ke teks lengkap artikel ini dengan menyebutkan sumber aslinya.










