Manajemen Peningkatan Kompetensi Asatidz dalam Mencetak Santri Tahfiz Berkualitas di Ruuhul Qur'an Mumtaz Cilengkrang

Penulis

  • Desi Hasninadia UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Billy Sukma Dewa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Syifa Anjani UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Reva Amelia UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Asep Ahmad Fathurrohman UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis

Kata Kunci:

iceberg model, kompetensi asatidz, manajemen, pendidikan tahfiz, pesantren

Abstrak

Kompetensi asatidz diakui secara luas sebagai penentu utama kualitas santri tahfiz, namun manajemen kompetensi yang sistematis di pondok pesantren berskala kecil masih minim dikaji. Penelitian ini mengkaji manajemen peningkatan kompetensi asatidz dalam mencetak santri tahfiz yang berkualitas di Pondok Pesantren Ruuhul Qur'an Mumtaz (RQM) Cilengkrang, Bandung sebuah lembaga tahfiz berbasis beasiswa yang melayani santri dari wilayah Indonesia Timur. Tiga pertanyaan penelitian diajukan: (1) Bagaimana perencanaan manajemen peningkatan kompetensi asatidz? (2) Bagaimana evaluasi terhadap kompetensi asatidz dan kualitas hafalan santri? dan (3) Apa faktor pendukung dan penghambat dalam manajemen kompetensi tersebut? Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan desain field research, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan lembaga, asatidz aktif, dan santri tahfiz, serta analisis dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Iceberg Model kompetensi Spencer dan Spencer (1993) yang mencakup knowledge, skill, self-concept, traits, dan motives digunakan sebagai kerangka analisis utama, dilengkapi dengan fungsi manajemen POAC Terry. Temuan menunjukkan bahwa manajemen kompetensi RQM dicirikan oleh deep-level competencies yang kuat (motives, traits, self-concept) yang berlandaskan nilai khidmah dan ikhlas dalam Islam, namun terhambat oleh surface competencies (knowledge dan skill) yang belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan finansial yang kronis. Evaluasi bulanan melalui guided self-assessment dan sistem tasmi' terdiferensiasi menunjukkan kreativitas kelembagaan di tengah keterbatasan sumber daya. Kompetensi asatidz diperkirakan berkontribusi sekitar 80% terhadap keberhasilan hafalan santri. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun fondasi spiritual-motivasional asatidz RQM sangat kuat, program sistematis untuk mengatasi kesenjangan surface competencies sangat diperlukan demi menjamin kualitas tahfiz yang berkelanjutan dan merata.

Referensi

Al-Bukhari, M. I. I. (2002). Sahih al-Bukhari. Dar Ibn Kathir.

Al-Ghazālī. (n.d.). Al-Ghazālī, Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, juz 4, hlm. 112.

Al-Thabrani, S. (1994). Al-Mu’jam al-Awsat. Dar al-Haramayn.

Baharun, H., & Mundiri, A. (2019). Manajemen Mutu Pendidikan Islam. Ar-Ruzz Media.

Fajri, M., & Saputra, A. (2024). Manajemen pengembangan kompetensi guru di pondok pesantren tahfiz Al-Qur’an. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(1), 45–62. https://doi.org/10.14421/manageria.2024.91.03

Fasmitha, S. D. (2017). Pengaruh Knowledge Management Dan Kemampuan Individu Terhadap Kinerja Guru.

Hantoro, B., Yamin, M., & Rosadi, K. I. (2024). Competency-based analysis of human resource development among educators. MANAGERIA, 9(1), 23–41.

Harahap, S., & Ritonga, A. (2023). Manajemen profesi guru berbasis kaderisasi. BIDAYAH, 14(2), 112–130.

Hazaa, A., Aziz, A., Abidin, Z., Tumangger, J., & Gunawan, I. (2025). Strengthening teacher development in pesantren. Al-Tanzim, 9(1), 67–85.

Hendi, S. (2025). Peran Bimbingan Dan Konseling Dalam Meningkatkan Konsep Diri Santri Di Pondok Pesantrean Miftahul Huda Sindang Sari Lampung Utara. UIN Raden Intan Lampung.

Ibn Miskawaih, A. A. (n.d.). Tahdzib al-Akhlaq wa Tath-hir al-A’raq. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

Maarif, M. A. (2019). Pesantren dan pembentukan karakter. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 201–220.

Nasution, H. (2010). Filsafat Pendidikan Islam. Hijri Pustaka Utama.

Nurhayati, E., & Anwar, C. (2023). Manajemen lembaga tahfiz Al-Qur’an di era digital. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(1), 89–108.

Qamar, M. (2020). Manajemen Pendidikan Islam. Erlangga.

Rahmawati, A., & Kurniawati, D. (2022). Efektivitas program tahfiz Al-Qur’an. Al-Ihda’, 17(2), 45–62.

Riadi, H. F., & SE, M. M. (2026). Manajemen Dan Dinamika Pengelolaan Organisasi. Dunia Penerbitan buku.

Sari, C. F., Assajad, I. M., & Ansori, M. I. (2023). Kompetensi individu (individual competence). Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa, 1(4), 201–214.

Siska, I. B. H. D. D., & Hayat, G. R. T. G. A. (2026). Manajemen Strategi Dan Pengembangan Pendidikan. Hafizhah Press.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Suyudi, M. (2019). Manajemen sumber daya manusia di pesantren tahfiz. Ta’dib, 8(1), 78–96.

Terry, G. R., & Franklin, S. G. (2003). Principles of Management. Richard D. Irwin.

Wiyani, N. A. (2022). Kepemimpinan pesantren dalam manajemen pengembangan kompetensi asatidz. Al-Idarah, 12(1), 112–130.

Yusuf, M. A. (2024). Motivasi dalam Organisasi; Pengertian Motivasi dan Proses Motivasi; Teori-Teori Motivasi; Penerapan Motivasi dalam Organisasi; Motivasi dan Kinerja. MUTAADDIB: Islamic Education Journal, 2(2), 1–24.

Zuhdi, M. (2021). Pesantren tahfiz dan tantangan modernitas. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(2), 155–172.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30