Metode Dakwah Edukatif Berbasis Kearifan Lokal Sunda dalam Tafsir Nurul Bajan

Penulis

  • Siti Chodijah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis
  • Muhammad Ali Yafi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Penulis

Kata Kunci:

adab ijtima’i, tafsir Nusantara, vernakularisasi, wasathiyah

Abstrak

Artikel ini mengkaji metode dakwah edukatif yang terkandung dalam Tafsir Nurul Bajan, karya tafsir berbahasa Sunda yang ditulis oleh K.H. Muhammad Romli dan H.N.S. Midjaja dan pertama kali terbit pada 1960. Meskipun karya ini telah banyak dikaji dari sisi vernakularisasi bahasa dan nuansa budaya Sunda, penelusuran khusus mengenai cara kerja kearifan lokalnya sebagai metode dakwah edukatif belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil dan karakteristik lokalitas Tafsir Nurul Bajan serta mengkaji bagaimana kearifan lokal Sunda berfungsi sebagai model dakwah kontekstual bagi masyarakat Sunda kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan atas teks primer Tafsir Nurul Bajan dan literatur akademik sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Nurul Bajan menerapkan metode dakwah edukatif yang adaptif dan kontekstual. Karakter lokalitasnya tampak melalui undak-usuk basa sebagai bentuk penghormatan teologis, analogi budaya agraris yang menjembatani konsep transendental Al-Qur’an, serta integrasi falsafah hidup Sunda seperti silih asih, silih asah, silih asuh dan hade ku omongan, goreng ku lampah yang diperkuat kaidah ushul fiqh al-‘adah muhakkamah. Tafsir ini tidak sekadar menerjemahkan teks suci, melainkan menjadi potret dakwah wasathiyah yang inklusif dan persuasif dalam menjawab tantangan moral masyarakat Sunda modern. Penelitian ini menyumbangkan pembacaan metodologis yang memosisikan tafsir berbahasa lokal sebagai instrumen pendidikan keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

Referensi

Afif, A. N. (2018). Sejarah perkembangan tafsir Sunda pada tahun 1960-1990.

Ahmad Irfan Maulana, Hakim, L., & S., D. (2024). Dakwah bil hikmah perspektif Yusuf al-Qaradhawi dalam rutinitas ziarah Walisongo pada majelis taklim di Desa Kertasari. 10(2), 116–139.

Akmaliyah, A., Addriadi, I., Nugraha, E. F., & Gunawan, I. (2022). Sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Islam melalui pembacaan terjemah Al-Qur'an bahasa Sunda pada kegiatan pengajian majelis taklim. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 19(1). https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v19i1.17670

Alhafizh, R., Fauzi, M., Zulfan, Z., & Erman, E. (2024). Dakwah Islam dan budaya lokal (Resepsi agama dalam kultur Nusantara). Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 2(2), 339–360. https://doi.org/10.35878/muashir.v2i2.1352

Darmalaksana, W. (2022). Panduan penulisan skripsi dan tugas akhir: Artikel ilmiah, buku, hak paten (hlm. 1–46). Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Darmawan, D., Faizah, I., & Riyani, I. (2018). Sundanese Qur'anic commentaries and its contributions on preserving Sundanese language in West Java (hlm. 157–160). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/ICCLAS-17.2018.38

Dewi, S. M., & Maftuh, B. (2020). The value of “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh” in conflict resolution education at elementary schools. Proceedings of the International Conference on Progressive Education (ICOPE 2019), 258–261. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200323.130

Fauzia, N., Maslihah, S., & Wyandini, D. Z. (2020). Trisilas local wisdom scale: Silih asih, silih asah, silih asuh. Jurnal Psikologi Talenta, 5(2), 121–130. https://doi.org/10.26858/talenta.v5i2.12757

Fauzian, R., Hadiat, H., Ramdani, P., & Yudiyanto, M. (2021). Penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal dalam upaya membentuk sikap moderat siswa madrasah. Al-Wijdán: Journal of Islamic Education Studies, 6(1), 1–14.

Federspiel, H. M. (1996). Kajian Al-Qur'an di Indonesia (T. Arifin, Terj.). Mizan.

Fuadah, A. W., Hakiki, K. M., & Irawan, Y. (2025). Understanding the trisilas culture in Sundanese culture (A study of Nurul-Bajan's interpretation). ZAD Al-Mufassirin. https://doi.org/10.55759/zam.v7i2.331

Gusmian, I. (2003). Khazanah tafsir Indonesia: Dari hermeneutika hingga ideologi. Teraju.

Lathief, A. A. (2011). Pesan dakwah Islam-modern dalam tafsir berbahasa Sunda Nurul-Bajan dan Ayat Suci Lenyepaneun. Journal of Islamic Da'wah and Humanities Studies, 5, 501–540. https://doi.org/10.15575/IDAJHS.V5I18.377

Nurmawati, R., Mualim, M., & Shofa, I. K. (2023). Vernakularisasi dalam tafsir basa Sunda: Studi atas Tafsir Nurul Bajan karya Muhammad Romli dan H.N.S. Midjaja. Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 22(2), 427–457. https://doi.org/10.30631/tjd.v22i2.371

Pamugar, M. R. (2025). Tafsir Nusantara berbahasa Sunda (Analisis aspek lokalitas penafsiran K.H. Muhammad Romli dalam Tafsīr Nūrul Bajān) [Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta]. Digilib UIN Sunan Kalijaga. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/72032

Robani, M. L. (2017). Dialektika tafsir Al-Qur'an dan budaya Sunda dalam tafsir Rawdat al-‘Irfan fi Ma’rifat al-Qur’an karya Ahmad Sanusi [Disertasi, UIN Sunan Ampel Surabaya].

Rohmana, J. A. (2013). Ideologisasi tafsir lokal berbahasa Sunda: Kepentingan Islam-modernis dalam Tafsir Nurul-Bajan dan Ayat Suci Lenyepaneun. Journal of Qur'an and Hadith Studies, 2(1). https://doi.org/10.1548/quhas.v2i1.1311

Rohmana, J. A. (2014). Memahami al-Qur'an dengan kearifan lokal: Nuansa budaya Sunda dalam tafsir Al-Qur'an berbahasa Sunda. Journal of Qur'an and Hadith Studies, 3(1), 79–99. https://doi.org/10.15408/quhas.v3i1.1164

Rohmana, J. A. (2015). Kajian Al-Qur'an di Tatar Sunda: Sebuah penelusuran awal (Vol. 6, hlm. 197–224). https://doi.org/10.22548/SHF.V6I2.27

Romli, M., & Midjaja, H. N. S. (1960). Nurul-Bajan: Tafsir Qur'an basa Sunda (Jilid I–II). Perboe. https://books.google.co.id/books?id=0EEOAQAAIAAJ

Romli, M., & Midjaja, H. N. S. (1966). Nurul Bajan (Jilid III). Perboe.

Saepudin, D. M. (2023). Vernakularisasi tafsir Al-Qur'an di Indonesia abad ke-20: Studi kasus tafsir berbahasa Sunda [Disertasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].

Saifulloh, K. (2020). Aplikasi kaidah “Al-‘Adah Muhakkamah” dalam kasus penetapan jumlah dan jenis mahar. Al-Majalis: Jurnal Dirasat Islamiyah, 8(1), 57–85. https://doi.org/10.37397/almajalis.v8i1.153

Saladin, B. (2020). Reaktualisasi corak tafsir adab al-ijtima’i dalam menjawab realitas sosial kemasyarakatan dan perkembangan zaman. Sophist: Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir, 2(2), 301–326.

Sariyati, I., Komarudin, E., Nurhasan, M., & Solihin, I. (2018). Tafsir Qur'an berbahasa Nusantara (Studi historis terhadap tafsir berbahasa Sunda, Jawa dan Aceh). Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 15(2). https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3677

Syakhlani, M. M. (2018). Kajian tafsir Nusantara: Tafsir Al-Qur'an berbahasa Bugis (Ugi) karangan AGH Daud Ismail. Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial, 1(2).

Wahid, A. (2018). Dakwah dalam pendekatan nilai-nilai kearifan lokal. Tabligh, 19(1), 1–19.

Zilfi, L. A. (2024). Epistemologi Tafsir Nurul Bajan karya Muhammad Romli dan H.N.S. Midjaja [Skripsi]. IIQ An Nur Yogyakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.