Tradisi Pembacaan Surah Yasin dalam Istighosah: Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Hidayatul Furqon Tasikmalaya
Kata Kunci:
istghasah , living quran , pondok pesantren , resepsi al quran , surah yasinAbstrak
Penelitian ini mengkaji tradisi pembacaan Surah Yasin dalam rangkaian istighosahan di Pondok Pesantren Hidayatul Furqon Tasikmalaya, Jawa Barat. Tradisi ini telah terlembaga sejak tahun 2014 melalui jalur ijazah keilmuan dan dilaksanakan setiap malam Jumat ba’da Maghrib. Dengan menggunakan teori resepsi Al-Qur’an Ahmad Rafiq dan fenomenologi sosial Alfred Schutz, penelitian lapangan kualitatif ini menelaah praktik, fungsi, dan makna subjektif tradisi tersebut bagi para santri. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur dengan enam informan (pimpinan, ustaz, dan santri dari berbagai jenjang pendidikan), serta dokumentasi. Analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi data untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bekerjanya tiga tipologi resepsi Rafiq secara terpadu dalam satu praktik ritual: (1) resepsi fungsional sebagai tipologi dominan, meliputi fungsi spiritual sebagai wasilah permohonan berkah dan perlindungan ilahi, fungsi sosial sebagai perekat solidaritas antarsantri dari kamar-kamar yang berbeda, serta fungsi tarbawi dalam membentuk karakter tawakal; (2) resepsi eksegesis yang bersifat gradual sesuai jenjang pendidikan, dari pembiasaan berbasis mahabbah pada santri pemula hingga keterlibatan tafsir sistematis melalui Tafsir Yasin Hamami dan Tafsir Jalalain pada santri senior; serta (3) resepsi estetis melalui penggunaan lagam Bayati dan Hijaz dalam tilawah berjamaah yang memperkaya pengalaman spiritual kolektif meski berperan sebagai tipologi pendukung. Secara longitudinal, makna subjektif santri bertransformasi dari because motive (kepatuhan berbasis aturan) menuju in order to motive (aspirasi spiritual yang diinternalisasi secara mandiri), menunjukkan bahwa tradisi istighosahan berfungsi sebagai mekanisme sosialisasi yang secara bertahap menanamkan nilai-nilai Qur’ani sebagai bagian dari pembentukan identitas keagamaan santri. Penelitian ini membuktikan bahwa pembacaan Surah Yasin dalam istighosahan bukan sekadar rutinitas ritual, melainkan praktik living Qur’an yang kaya makna, di mana ketiga tipologi resepsi Rafiq berpadu membentuk satu kesatuan pengalaman keagamaan yang multidimensional.
Referensi
A’yun, A. Q., & Khotimah, K. (2025). Makna Makna dan Fungsi Surat Yasin dalam Tradisi Tahlilan Di Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas: Perspektif Living Qur’an. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 6(1), 311–329.
Abshor, M. U. (2019). Tradisi Resepsi Al-Qur’an Di Masyarakat Gemawang Sinduadi Mlati Yogyakarta:(Kajian Living Qur’an). Qof, 3(1), 41–54.
Alfi, M. (2025). Penghayatan Surah Yasin dalam Prosesi Pembacaan Ratibul Haddad Di Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Cabang Bolaang Mongondow Utara (Studi Living Qur’an). Universitas Islam Negeri Datokarama Palu.
Amelia, R., Nurdiani, W., Maulana, M. F., & Muhyi, A. A. (2025). Tafsir Mahmud Yunus dalam Kerangka Teori al-Farmawī: Analisis Metode, Sumber, dan Corak Sosial. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Atqiya, R. L., Maskur, I., Afa, N. S., Sasmitasari, R., & El Syam, R. S. (2026). Makna Tawakal dan Syukur Sebagai Implementasi Akhlak Kepada Allah pada Anak Usia Remaja. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 4(1), 699–708.
Azkiya, A. A., Rohman, M., & Imdad, M. K. (2025). Resepsi Al-Qur’an dan Akulturasi Budaya dalam Tradisi Yasin Hajat: Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Gemolong, Sragen. Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Masyarakat Islam, 15(2), 99–116.
Hafidh, A. N. (2021). Tradisi Yasinan Sebelum Salat Jumat (Studi Living Qur’an di Masjid Taaroful Muslimin). Mashahif: Journal of Qur’an and Hadits Studies, 1(2).
Hanum, S. L., & Mursyid, A. (2021). Melagukan Al-Quran Dengan Langgam Jawa: Studi Terhadap Pandangan Ulama Indonesia. MISYKAT Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran Hadist Syari’ah Dan Tarbiyah, 6(1), 1–38.
Hasanah, U., Hakim, L. N., & Kamaruddin, K. (2022). Tradisi Pembacaan Al-Qur’an Surah Al-Waqi’ah, Yasin Dan Al-Kahfi:(Studi Living Qur’an Di Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin). Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 3(1), 29–44.
Hasninadia, D., & Rifaldi, F. (2025). Analisis Metode dan Corak Penafsiran Kiai Shaleh Darat dalam Tafsir Faidh ar-Rahman melalui Hermeneutika Sosio-Historis Fazlur Rahman. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Ihsan, M. F., & Ashshiddieqi, M. N. (2024). Historiografi Kajian Living Hadis di Indonesia. Journal of Hadith Studies, 7(1), 63–85.
Khaizarony, I. F., Kholilurrahman, K., Nurbaiti, N., & Firmansyah, E. K. (2025). The Spiritual and Social Functions of Yasin Verses on the Night of Nisfu Sha’ban: A Living Qur’an Analysis at the Jami’ Al-Muttaqien Mosque, South Jakarta. Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies, 4(2), 89–104.
Kuswandi, Y., Syibromalisi, A. Z., & Muhyi, A. A. (2025). Tradisionalisme, Metodologi Penafsiran, dan Lokalitas Budaya Jawa dalam Tafsir al-Iklīl fī Ma’ānī al-Tanzīl: Analisis Epistemologi Tafsir Nusantara Abdul Mustaqim. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Latifah, S. N., & Anwar, C. (2022). Al-Qur’an sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan. Gunung Djati Conference Series, 8, 387–402.
Marliana, I., Fadhilah, F., & Al-Rasyid, H. (2025). Mengenal Keindahan Susunan Bahasa Al-Qur’an Melalui Al-Istikhdam dan Al-Istithrad. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 3(2), 162–172.
Maulana, Z. A., & Budiyono, A. (2024). Kajian Komunikasi dalam Sudut Pandang Studi Fenomenologi: Literatur Review. Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Studi Media, 13(2), 98–110.
Nisa, A. C., & Rahmawati, K. (2022). Tradisi Istighosah Sebagai Penolak Bala Perspektif Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim. AN-NIBRAAS. https://doi.org/10.62589/jurnalpemikiranislam.v1i02.31
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84.
Rafiq, A. (2014). The Reception of the Qur’an in Indonesia: A Case Study of the Place of the Qur’an in a Non-Arabic Speaking Community. Temple University.
Rahmah, A. (2023). Tradisi pembacaan ayat-ayat pilihan: Studi Living Qur’an di pondok pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah Cibiru Bandung. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Rahmawati, D., Nurromadhon, S., & Muhyi, A. A. (2025). Telaah Metodologis Tafsir Nūr al-Ihsān Menurut Perspektif al-Dhahabī: Analisis Sumber Tafsir, Riwayat, dan Corak Penafsiran. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.
RIZQY, N. A. M., & Nursyamsu. (2023). Tradisi Membaca Surah Yasin Pra dan Pasca Kematian. Jurnal Pemikiran Sosial Dan Keagamaan. https://doi.org/10.62367/silatulafkar.v1i2.85
Rorong, M. J. (2020). Fenomenologi. Deepublish.
Solihah, F. I. (2022). Resepsi Al-Quran Di Media Sosial Youtube: Kajian Living Quran Dalam Serial Nussa Rara Episode “Qodarullāh Wa Masyā’a Fa’ala.” IAIN Kediri.
Suaedi, Z. M. P. (2021). TRADISI PEMBACAAN SURAH YASIN PADA MALAM RABU (Kajian Living Quran di Masjid Baitur-Rahman Lebak Ds. Kenanga Kec. Sumber). IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Tahir, M., Latif, A., & Baharuddin, M. (2024). Tradisi Yasinan Pada Malam Jumat (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang). TAFASIR: Journal of Quranic Studies. https://doi.org/10.62376/tafasir.v2i2.44
Wahyudi, A. I. (2023). The Living Qur‟ An: Upaya Penanaman Nilai-Nilai Al-Quran Dalam Kehidupan Santri (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Nurul Qur‟ An Rumpin Bogor). Institut PTIQ Jakarta.
Zakiyah, A., & Izza, F. N. (2024). Motif Fenomena Pembacaan Al-Qur’an dengan Naghamat: Analisis Fenomenologi Alfred Schutz. MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 9(2), 311–328.
Zazila, Z., Dewi, N. L. K., & Hisan, W. (2025). Analisis Metodologi Tafsir Perspektif Manna Khalil al-Qattan dalam Tafsir al-Ibriz Karya KH. Bisri Mustofa. Mufassir: Jurnal Ilmu Tafsir Dan Studi Al-Qur’an, 1(1).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Desi Hasninadia , Yedi Kuswandi, Asep Abdul Muhyi (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Seluruh artikel yang diterbitkan di Mufassir: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
Penulis mempertahankan hak cipta atas karya ini dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal ini.
Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, menelusuri, atau menautkan ke teks lengkap artikel ini dengan menyebutkan sumber aslinya.










